Ketika bangun pagi sekali. pada suatu hari. aku takjub ilalang tumbuh sepanjang betisku. Tubuhku kecut dan pasi, hujan menyiram rambutku semalaman; seseorang bermuka pucat bermahkota cahaya ke dalam cawan menuangkan cairan merah bagai anggur, seperti darah: "Untuk kesehatan kita." Kami pun bersulang, aku bersulang, dengan murung. Tapi demi Tuhan, demi dia, wajahnya jelita dan jenaka. Aku tering…