Keris itu berdiri tegak. Berpasang-pasang mata menatapnya terkesima. Tidak hanya karena mereka mengenalinya sebagai keris Empu Gendring yang selalu membawa kutukan maut. Tetapi karena mereka sangat yakin, telah memusnahkannya dalam gelegak kawah Gunung Penanggungan puluhan tahun yang lalu. Kegelisahan menyergap. Pertanda apakah ini? Di pelupuk mata setiap prajurit, bayang-bayang peperangan mula…