Orang-orang Belanda yang interniran itu bekerja terlalu bersungguh-sungguh. Tekun dan membisu, seperti serombongan semut, hampir tanpa kesalahan, hampir tidak perlu perintah dan petunjuk dari prajurit Jepang yang mengawal. Mereka seperti mempunyai semacam intuisi di mana tanah yang mereka pikul harus dituangkan, dan bagaimana memadatkannya dengan kaki telanjang untuk memperkuat sisi barat tangg…